Pages

Friday, November 5, 2010

Kisah Reinkarnasi Tang Jiang Shan


Majalah Femina Dunia Timur dari propinsi Hai Nan – Tiongkok telah memuat sebuah kisah reinkarnasi yang mengharukan, mengkisahkan pengalaman dari Tang Jiangshan dari kecamatan Gan Cheng, kota Dong Fang di timur pulau/propinsi Hai Nan.
Tang Jiangshan lahir pada tahun 1976, sewaktu berumur 3 tahun pada suatu hari ia tiba-tiba mengatakan kepada kedua orangtuanya: “Saya bukan anak kalian, pada kehidupan lampau nama saya adalah Chen Mingdao, ayah kehidupan lampauku bernama San Die. Rumah saya di Dan Zhou, dekat laut.” Omongan ini kalau didengar orang lain bagaikan omong kosong, perlu diketahui, Dan Zhou terletak di utara pulau Hai Nan, berjarak 160 km dari kota Dong Fang. 
Selain itu Tang Jiangshan mengatakan bahwasanya dirinya dibunuh dengan menggunakan golok dan tombak di dalam aksi kekerasan pada masa revolusi kebudayaan, konon di bagian pinggangnya masih terdapat bekas luka bacok peninggalan kehidupan masa lalu. Yang membuat orang merasa takjub ialah Tang Jiangshan mampu berbicara dialek Dan Zhou dengan sangat fasih. Orang Dan Zhou berbicara bahasa Jun, berbeda sekali dengan dialek Hok Kiannya kota Dong Fang, seorang bocah berumur beberapa tahun bagaimana bisa?
Pada saat Tang Jiangshan berumur 6 tahun, mendesak keluarga membawanya mengunjungi kerabatnya pada kehidupan masa lampau. Keluarganya tidak mau, maka ia mogok makan, akirnya sang ayah menurutinya, dan di bawah pengarahannya berkendaraan menuju tempat dimaksud di desa Huang Yu, kecamatan Xin Ying – kota Dan Zhou. Tang Jiangshan langsung menuju ke hadapan pak tua Chen Zan Ying, menggunakan bahasa Dan Zhou dan memanggilnya “San Die”, mengatakan dirinya bernama Chen Mingdao, adalah putra Chen Zan Ying yang pada masa revolusi besar kebudayaan oleh karena bentrokan fisik sehingga dibinasakan orang. Sesudah meninggal terlahir kembali di kecamatan Gan Cheng – kota Dong Fang, kini datang mencari orang tua kehidupan masa lampaunya.
Mendengar penuturan itu, Chen Zan Ying sejenak tertegun tak tahu bagaimana harus bersikap. Kemudian si anak kecil menunjukkan kamar tidur kehidupan masa lampaunya, dan menghitung satu persatu benda-benda pada kehidupan lampaunya. Menyaksikan semuanya ini dengan kenyataan pada masa lalu sama sekali tidak meleset, pak tua Chen Zan Ying saking terharunya berpelukan menangis dengan Tang Jiangshan dan memastikan ia memang adalah kelahiran kembali anaknya yang bernama Chen Mingdao.
Tang Jiangshan juga telah mengenali kedua kakak perempuan dan kedua adik perempuannya serta para sobat kampung lainnya, bahkan termasuk teman wanita pada kehidupan masa lampaunya: Xie Shuxiang. Semua kejadian ini telah membuat takluk kerabat dan tetangga Chen Mingdao. Sejak saat itu, “Manusia aneh dari 2 masa kehidupan”: Tang Jiangshan memiliki 2 rumah dan 2 pasang orang tua. Ia setiap tahun hilir mudik antara Dong Fang dan Dan Zhou. Si tua Chen Zan Ying beserta keluarga dan orang-orang desa pada menganggap Tang Jiangshan sebagai Chen Mingdao.  Oleh karena Chen Zan Ying tidak memiliki putra lainnya, Tang Jiangshan berperan menjadi anaknya dan berbakti hingga tahun 1998 ketika Chen Zan Ying meninggal dunia. 
Para petugas bagian editor dari majalah tersebut pada awalnya juga tidak percaya akan hal tersebut, namun melalui pemeriksaan berulang kali dan pembuktian lapangan, mau tak mau juga mengakui kebenaran tentang kejadian tersebut.   

Seorang Anak Menceritakan Kehidupan Masa Lalunya

Harian Inggris The Sun telah memuat di internet berita tentang seorang anak lelaki yang bisa mengingat masa lampaunya.  Anak lelaki berusia 6 tahun yang bernama Cameron Macaulay, satu-satunya yang membedakan ia dengan anak lelaki sebayanya ialah ia selalu membicarakan bahwa ia mempunyai ibu dan keluarga serta menyukai menggambar rumahnya sendiri, sebuah rumah putih yang terletak di tepi pantai.  Kesemuanya itu tidak lagi berkaitan dengan kehidupannya kini. Tempat yang diceritakannya, dia sendiri tidak pernah tahu, dan terletak di pulau Bara berjarak 160 mil dari kediamannya sekarang ini. 
Menurut Norma, ibunya Cameron Macaulay sekarang, semenjak kecil Cameron sesudah mulai bisa bicara, ia sudah lantas mengkisahkan kehidupan masa kanak-kanaknya sewaktu berada di pulau Bara. Ia mengkisahkan orang tua masa lampaunya dan bagaimana ayahnya meninggal, juga kakak perempuan maupun kakak laki-lakinya. Ia juga bilang ibu yang ia sebut-sebut ialah ibu masa lampaunya. Ia percaya penuh bahwa ia memiliki kehidupan masa lampau, Cameron sangat kuatir keluarga masa lampaunya merindukannya.  Ia berharap keluarganya di pulau Bara mengetahui bahwa ia kini baik-baik saja.
Cameron bahkan di penitipan anak juga tak hentinya menceritakan rumah masa lampaunya, mereka melakukan apa, bagaimana ia dari jendela kamar tidurnya menonton pendaratan pesawat…., ia mengomel rumahnya sekarang hanya mempunyai 1 kamar mandi, sedangkan rumahnya di pulau Bara mempunyai 3 buah.  Ia menangis menginginkan ibu masa lampaunya, bilang bahwa ia merindukannya.
Oleh karena Cameron terus menerus memohon Norma membawanya ke pulau Bara, akirnya Norma memutuskan membawanya ke pulau tersebut, juga pakar psikiater universitas Virginia: doctor Jim Tucker ikut mengiringi perjalanan mereka, ia adalah seorang pakar penelitian reinkarnasi anak. Cameron sekeluarga pada bulan Februari 2006 pergi ke pulau Bara. Sewaktu pesawat itu benar-benar mendarat, segalanya persis dengan yang diceritakan oleh Cameron. Pihak penginapan memberitahu Norma, pernah ada bernama Robertson menempati rumah putih di tepi pantai. Maka serombongan orang menuju ke rumah tersebut, akan tetapi para orang dewasa tidak memberitahukan Cameron pergi kemana, mereka ingin menyaksikan apa yang akan terjadi.  

Cameron langsung mengenali rumah tersebut, iapun bersuka cita. Namun ketika mereka melewati pintu masuk, mimik gembiranya telah lenyap dari wajah Cameron, ia berubah sangat pendiam. Penyewa sebelumnya telah meninggal, tapi juru kunci mempersilakan mereka memasuki rumah tersebut. Di dalam rumah itu ternyata terdapat 3 buah kamar mandi, dan dari jendela kamar tidurnya bisa terlihat pemandangan laut. Di dalam ruang tersebut masih terdapat sudut-sudut tersembunyi yang kesemuanya diketahui oleh Cameron.   Semenjak mereka kembali ke rumahnya di kota Glasgow, Cameron menjadi lebih pendiam. Norma mengatakan pergi ke pulau Bara adalah suatu hal terbaik yang telah mereka lakukan. Picnik kali ini telah membuat suasana hati Cameron menjadi lapang, ia tidak lagi mendambakan pulau Bara. 
Para orang dewasa pun memahami Cameron bukan sedang mengarang cerita, mereka telah mendapatkan jawaban yang mereka cari. Akan tetapi yang jelas, memori terhadap kehidupan masa lampau seiring dengan bertambahnya usia si empunya cerita akan semakin memudar. Kisah Cameron telah dibuatkan film dokumenter yang berjudul “Anak Lelaki Ini Pernah Hidup Di Masa Lampau”oleh TV 5 Inggris. 

Kisah Reinkarnasi Biarati Zaman Mesir Kuno


Banyak orang mendengar cerita soal reinkarnasi. Yaitu kembalinya jiwa dan roh dari masa lalu ke tubuh seseorang di masa kini. Persoalan yang sulit dibuktikan, namun benarkah perihal reinkarnasi ini bisa terjadi?


Adalah Dorothy Eady, seorang wanita Inggris yang mengalami fenomena reinkarnasi yang sangat menggemparkan Inggris dan Mesir. Satu-satunya manusia yang dilaporkan mengalami reinkarnasi seorang tokoh "biarawati" pelayan kuil Osiris di zaman Firaun Seti I Mesir Kuno dari masa 1320–1200 sebelum Masehi. Ia kemudian dikenali sebagai Omm Sety.

Kisah spektakuler yang kontroversial tentang Dorothy Eady dimulai dari sebuah tempat di London, Inggris, saat ia berusia 3 tahun. Dalam sebuah insiden, Dorothy kecil terjatuh dari lantai atas rumahnya. Ia mengalami koma dan akhirnya tim dokter yang merawatnya menjatuhkan vonis meninggal dunia pada balita kelahiran 16 Januari 1904 itu. Saat itu tanda-tanda kehidupan dan seluruh organ vital Dorothy memang berhenti beraktivitas.

Transformasi Astral?

Tiada yang tahu bagaimana terjadinya, namun sekian saat setelah tubuh Dorothy akan disemayamkan, ternyata anak perempuan kecil itu tiba-tiba bangkit kembali dari kematian dalam kondisi segar bugar. Seluruh keluarga terperanjat. Namun, tak ada yang tahu bahwa sebuah pintu dimensi dari masa lalu telah terbuka dan sebuah jiwa dari masa Mesir Kuno merangsek masuk ke tubuh Dorothy kecil yang hampir kaku.

Namun sejak vonis kematiannya, Dorothy Eady yang hidup kembali itu memiliki kepribadian yang berbeda sama sekali dengan Dorothy Eady yang dikenal ayah ibunya. Bocah tiga tahun ini memiliki kepribadian yang jauh lebih dewasa dan senantiasa bermimpi tentang kuil-kuil Mesir Kuno.

Ia selalu berkisah tentang Mesir Kuno, dinasti Firaun Seti I dan mampu mendeskripsikan kehidupan di sekitar kuil Mesir Kuno seribuan tahun sebelum masehi. Dorothy Eady juga kerap menuntut ayah ibunya untuk memulangkannya ke tempat tinggalnya. Ayah dan ibunya yang keturuan Irlandia itu sama sekali tak mengerti maksud putri mereka tentang "pulang ke tempat tinggalnya".

Museum

Sejalan bertambahan usia, Dorothy Eady semakin berminat dan tertarik pada literatur dan semua hal yang berbau Mesir. Maka suatu ketika ia diajak berkunjung ke British Museum di London, Dorothy Eady begitu tergila-gila dengan ruang pamer benda-benda peninggalan Mesir Kuno. Ia merasa bahwa semua peninggalan Mesir Kuno itu adalah bagian dari kehidupannya. Ia menciumi patung-patung Dewa Mesir, memeluk peti-peti mummy dan bertingkah aneh dengan suaranya tiba-tiba lebih berat dan sarat kerinduan ketika berkata "ini adalah bagian dari keluarga dan rumahku!"

Ia kemudian menyewa tempat tinggal di dekat British Museum dan bergaul dengan Ernest A Wallis Budge seorang kurator dan pakar Mesir di museum tersebut. Ia memperdalam kajian hiroglif dan sejarah Mesir Kuno.

Para pakar di British Museum dan ahli Mesir Kuno terperanjat akan pengetahuan dan kemahiran Dorothy dalam menuliskan dan menerjemah hiroglif Mesir Kuno dan kedalaman pengetahuannya tentang detail kuil-kuil Mesir Kuno dari zaman Firaun Seti I. Padahal Dorothy sama sekali tidak pernah belajar dan dibimbing dalam hal tersebut, namun kemampuan itu muncul begitu saja dengan sangat mengagumkan.

Dorothy sendiri mengaku dirinya adalah titisan dari seorang biarawati pelayan kuil Osiris di Abydos yang pernah hidup di masa antara 1320–1200 sebelum Masehi. Ia merasa telah bereinkarnasi dalam tubuh Dorothy Eady. Setelah menikah dengan seorang pemuda Mesir (1933) ia pun mencapai tujuan yang sejak kecil menghantuinya: kembali ke kuil Osiris dan menjejak kaki kembali di tanah Mesir!

Keahlian Dorothy yang luar biasa tentang Mesir Kuno melebihi pengetahuan para sarjana tentang Mesir. Hal ini kemudian menuntunnya pada perjalanan ke Mesir. Ia kemudian mendapat pekerjaan sebagai asiten arkeolog dalam penggalian di situs Giza di Kairo, dan sering dipekerjakan oleh para ahli yang memperdalam kebudayaan tentang Mesir Kuno. Ia melakukan itu selama dua puluh tahun lebih.

Dorothy Eady pernah ikut sebagai pembantu utama dalam proyek penelitian Dr Selim Hassan yang kemudian mempublikasikan Penggalian Situs Giza. Ia pernah juga bekerja pada Dr Ahmed Fakhry sebagai konsultan dan asisten pada penelitian piramid di Dahshur. Dalam dua studi dan penggalian situs Mesir kuno ini perannya sangat menonjol dan sungguh mengagumkan kedua pakar Mesir kuno itu. Dorothy sangat memahami budaya dan arsitektur serta sistem pemujaan dewa-dewa di zaman Mesir Kuno. Ia memberikan gambaran yang detail, menerjemahkan hiroglif degan mudah, dan memberi saran-saran ilmiah yang ternyata sejalan dengan fakta sejarah yang kemudian ditemukan para ahli Mesir.

Dari berbagai pengalaman kerja dengan para pakar kelas dunia ini ia pun semakin populer di kalangan peneliti budaya Mesir Kuno. Bahkan kisah hidup Dorothy Eady yang berganti nama menjadi Omm Sety (yang artinya ibunda Seti) menarik perhatian dunia. Kisahnya sudah dibukukan dan difilmkan sebagai fenomena sebuah reinkarnasi!

Dorothy memang menghabiskan masa tuanya di kuil Osiris di Abydos, dan menjadi penjaga kuil kuno tersebut, karena kemampuan dan keahliannya tentang Mesir Kuno yang amat spektakuler. Apakah Dorothy memang reinkarnasi dari seorang wanita yang pernah hidup ribuan tahun lalu di sebuah kuil di Mesir?*

Sejak bangkit kembali dari "kematian", Dorothy Eady kemudian menjadi sorotan publik. Menjadi satu bukti tentang teori reinkarnasi. Keterkejutan dunia karena Dorothy di bawah usia 3 tahun dan Dorothy di atas 3 tahun ternyata adalah dua pribadi yang berbeda dalam satu tubuh. Dihubungkan oleh sebuah insiden yang membuka pintu dimensi dunia astral dan dunia nyata.

Walau sebagian orang tak yakin akan teori reinkarnasi, setidaknya masih menyisakan tanya dari mana semua pengetahuan Dorothy Eady tentang detail Mesir Kuno? Ia sangat mahir menerjemahkan hiroglif Mesir Kuno tanpa pernah belajar. Bisa memberikan gambaran tepat tentang beberapa detail kuil Osiris di Abydos yang dibangun pada dinasti Firauan Seti I.

Sejak lama Dorothy Eady telah sering memimpikan sebuah kuil di wilayah Abydos, Mesir dekat Sungai Nil. Ia mengaku telah melakukan perjalanan astral lewat dunia mimpi ke berbagai sudut kuil tersebut. Anehnya, walau belum pernah berkunjung ke sana, Dorothy bisa memberikan beberapa detail kuil Osiris dan Firaun Seti di Abydos dengan sempurna.

Keinginan "kembali" ke Mesir, mendorong sosok reinkarnasi di tubuh Dorothy Eady mencari jalan untuk meuwujudkan semua keinginannya. Belakangan setelah cukup dewasa, ia pun pasca Perang Dunia Pertama di tahun 1933, ia menikah dengan seorang pemuda Mesir dan mendapat seorang anak tunggal yang diberi nama Seti. Sejak itu ia merubah namanya menjadi Omm Sety (Um Seti). Setelah menikah ia tinggal di Mesir dan bekerja pada bidang arkeologi dan sejarah. Selama 19 tahun tinggal di Kairo, Mesir, ia belum sempat berkunjung ke Abydos.

Pada kurun tahun 1953, di usia akhir 49 tahun, ia pun untuk pertama kali melakukan kunjungan ziarah ke kuil Firaun Seti di Abydos yang juga tempat makam dewa Osiris Mesir kuno. Beberapa tahun kemudian, ia dipindahtugaskan ke Departemen Purbakala Mesir sebagai asisten khusus. Saat itulah ia mendirikan rumah yan tak jauh dari situs Abydos.

Keinginan yang kuat setelah mengabdi dan mendedikasikan semua pengetahuannya akan Mesir kuno terutama tentang kuil Firaun Seti I dan Osiris di Abydos, selama lebih dari 20 tahun, Dorothy Eady yang bersalin nama menjadi Omm Sety pun kembali ke Abydos di tahun 1956.

Sejak saat itu, ia setiap hari selalu berada di lokasi situs Abydos, terutama di kuil Firaun Seti I (Pharaoh Sety I) dan Kuil Osiris. Ia menghabiskan masa tua sampai akhir hayatnya di kuil bangunan Mesir kuno itu. Mengabdikan diri pada pelestarian adat budaya zaman Mesir kuno, ia menjadi perawat tetap kuil tersebut, dan melakukan ritual yang bahkan sudah tidak diketahui oleh orang-orang Mesir kini.

Menurut sejumlah pakar dan ahli sejarah Mesir kuno, sebagai titisan biarawati pemuja Osiris ia adalah satu-satunya bukti hidup yang masih mempraktikkan ritual kuno yang hanya ditemukan lewat hiroglif kuno usia ribuan tahun. Dorothy Eady mempraktikkan ritus agama Mesir kuno tersebut yang membuat ahli kagum sekaligus mengakui detail penguasaannya akan kebudayaan Mesir kuno.

Tahun 1973, Dorothy yang berusia 69 tahun meninggalkan wasiat penting pada pejabat berkompeten atas kuil Abydos. Ia memohon pemerintah dan para pegawai di situs purbakala itu bersedia memakamkan jasadnya kelak di dekat kompleks situs kuil Firaun Seti dan Kuil Osiris, Abydos, agar kematian keduanya tenang.

Delapan tahun kemudian di usia 77 tahun (1981), Dorothy Eady alias Omm Sety wafat dalam damai. Sesuai wasiatnya, pemerintah setempat memakamkannya di belakang situs kuil Firaun Seti I di Abydos. Sebuah penghargaan tertinggi pemerintah dianugerahkan kepadanya sebagai pakar ahli Mesir Kuno zaman Dinasti kesembilanbelas Firaun Seti.

Bukan yang Pertama


Laporan tentang reinkarnasi memang bukan semata terjadi pada Dorothy Eady. Banyak juga orang yang sering merasa bahwa ia adalah titisan dari orang yang pernah hidup di masa lalu. Namun ia memang menjadi fenomena reinkarnasi yang spektakuler dan kontroversial.

Atau mungkin Anda atau kerabat Anda sendiri pernah mengalamai perasaan seolah-olah sudah pernah berkunjung ke suatu tempat, namun tak bisa menjelaskan kapan dan bagaimana. Atau bisa mengetahui suatu tempat yang sama sekali belum pernah Anda kunjungi, atau merasa pernah mengalami suatu pengalaman di masa ratusan tahun lalu? Ada ahli yang menyebutnya "Deja vu" atau sebagaian lagi menyebutnya "delusi atau waham", bahkan ada yang mengatakan mengalami proyeksi astral di bawah sadar. Semua itu adalah bagian dari misteri semesta.

Kejadian lain yang mungkin menarik perhatian dunia, selain kasus Dorothy Eady yang sangat berjasa pada penelitian tentang Mesir, adalah catatan tentang gadis Inggris dari keluarga Ockenden. Ia pernah dirawat seorang dokter ahli terapi hipnotis Arnall Bloxham.

Selama dua jam dihipnotis, Ockenden menuturkan bahwa ia adalah titisan seorang lelaki yang hidup di masa purba. Anggota masyarakat kuno yang masih menganut ritual merajah tubuh dan menyakiti diri sendiri. Serta menunjukkan status dengan hiasan geligi binatang liar yang buas. Ia bisa memberikan gambaran budaya kuno itu.

Sementara itu, pasien lain di bawah pengaruh hipnotis berkisah bahwa ia adalah reinkarnasi anak Raja Charles I (1600-1649) dan Ratu Henrietta Maria (1609-1669). Walau latar belakang si pasien tidak pernah belajar bahkan mengenal sejarah Inggris, ia bisa menuturkan beberapa detail kastil Raja Charles I yang jarang diketahui umum. Ia juga bahkan menjabarkan soal kisah hidup Charles II.

Peristiwa reinkarnasi lainnya ada dalam catatan dokter psikiater dan penulis novel Arthur Guirdham. Seorang pasiennya bernama Ny Smith mengaku sejak usia 10 tahun kerap dihantui mimpi bahwa ia pernah hidup sebagai istri pendeta kaum Chatar di abad ke-13.

Saat dalam perawatan, ia bisa menceritakan detail pembantaian massal terhadap kaum Cathar di Eropa karena diangap sebagai aliran sesat dari agama Kristen. Ny Smith menyebutkan bahwa banyak pendeta Cathar yang dibunuh dan dibakar. Ia sendiri mengaku diikat massa dan dibakar hidup-hidup di tumpukan kayu bakar. Ia juga menggambarkan detail pakaian, struktur bangunan, dan peradaban di masa itu.

Sang dokter melakukan penelitian detail dan melakukan kroscek terhadap pengakuan si pasien. Ia terkejut ketika menemukan sebuah fakta sejarah yang sejalan dengan penuturan Ny Smith yang sama sekali tidak paham sejarah kaum Cathar.

Dari manakah para pasien ini mendapatkan informasi detail yang bahkan hanya tertulis di literatur yang nyaris tak pernah dipublikasikan untuk awam? Apakah mereka benar-benar mengalamai peristiwa itu di masa lalu dan bereinkarnasi ke jasad hidup manusia masa kini? Ataukah pengetahuan itu bisa muncul begitu saja? Sejumlah ahli dan peneliti masih mencoba mengurai misteri besar ini!

Bukti Reinkarnasi

Menurut sebuah berita ABC - AS per 15 April 2004, sekitar 60 tahun silam, James M. Huston Jr., kala itu berusia 21 tahun sedang bertugas sebagai pilot pesawat angkatan laut Amerika, pesawatnya terkena tembakan meriam Jepang dan hancur; 1998, seorang anak lelaki bernama  James Leininger terlahir di negara bagian Louisiana, berbagai kelakuannya yang aneh membuat keluarganya merasa yakin bahwa “kehidupan sebelum” nya sangat mungkin adalah si pilot pesawat yang gugur pada perang dunia II di atas Samudera Pasifik tersebut.  
Si kecil James Leininger, selain mainan pesawat udara, ia tidak menyukai jenis mainan lainnya. Menginjak usia 2 tahun, jenis pesawat yang paling disukai James mulai terus-menerus muncul di dalam mimpinya. Andrea, sang ibu, mengatakan kepada wartawan, “Ia selalu menjerit-jerit sewaktu bermimpi, saya bertanya bermimpi apa, jawabannya selalu ‘Pesawat terbakar dan jatuh, tak ada seorang pun yang lolos!’”
Menurut Andrea, si James biasanya menonton TV hanyalah program kartun kesukaan anak-anak pada umumnya, selamanya tak pernah menonton film dokumenter perang dunia II atau program mengenai bidang kemiliteran, namun si James memiliki pemahaman yang mengejutkan tentang struktur pesawat.
Pada rekaman video ketika James berusia 3 tahun, bisa  disaksikan ia dengan serius memeriksa sebuah pesawat mainan, persis seperti pilot menginspeksi pesawat sebelum terbang. Selain itu, suatu ketika dia membelikan puteranya sebuah pesawat mainan baru dan menunjukkan di bawah lambung pesawat itu terdapat sebuah bom, dengan segera si James mengoreksinya, itu bukan bom, melainkan sebuah wadah untuk bahan bakar bertipe separate.
Andrea mengatakan, “Saya sebelumnya tidak pernah mendengar tentang wadah bahan bakar bertipe separate, apalagi mengetahui benda apakah itu”.
Andrea mengatakan, “Saya bertanya, kenapa dengan pesawatmu? Ia mengatakan, “Telah ditembak jatuh.” Saya tanya jatuh di mana, ia mengatakan, “Jatuh ke air.” Saya tanya siapa yang menembak, ia mengatakan  orang Jepang. Selain itu ia juga mengatakan ia menerbangkan sebuah pesawat tempur tipe Pyrate, dan ia juga memberitahu sang ayah, Bruce, bahwa pesawat tinggal landas dari kapal induk USS Natoma Bay, kala itu ia juga mengenal seorang teman seperjuangan bernama Jack Larson. 
Bruce mulai menjelajahi internet untuk mencari data tentang USS Natoma Bay dan berhasil mengajak ketemu para tentara tua yang lolos dari maut sewaktu bertugas di atas kapal induk tersebut. Seorang bernama Ralph Krapohl, pelontar bom pesawat tempur perang dunia II telah membuktikan perkataan James.
Krapohl mengatakan, pada 3 Maret 1945, ia juga kebetulan sedang di atas kapal induk USS Natoma Bay, pesawatnya terbang menguntit pesawat James M. Huston. “Saya melihat dengan mata kepala sendiri pesawat  James tertembak peluru meriam pe-nangkis udara, proyektil itu menghantam dari depan  dan  tepat bersarang di mesinnya.”
Penelitian Ilmuwan Membuktikan Reinkarnasi
Kisah tentang reinkarnasi semenjak zaman dahulu kala sudah sering terdengar dongengnya, sejumlah ilmuwan yang tertarik akan hal tersebut melakukan penelitian di dalam bidang tersebut, dibuktikan bahwa manusia betul-betul menjalani reinkarnasi. Sedangkan dari James si penerbang pada 60 tahun silam ke James si anak lelaki dari negara bagian Louisiana–AS, lagi-lagi adalah sebuah contoh kasus reinkarnasi yang gamblang. 
Profesor Stevenson dari Universitas Virginia pernah menghabiskan waktu selama 40 tahun untuk mengoleksi 2.600 contoh kasus anak-anak berusia antara 2 - 7 tahun, para anak-anak itu meski masih belia, tetapi mereka mengetahui situasi mendasar desa yang terletak ribuan km jauhnya dan terjadi pada 10 tahun sebelumnya bahkan yang lebih lama lagi, kebanyakan anak-anak itu mampu berbicara bahasa dari bangsa lain.
Detail kasus-kasus tersebut dibuktikan oleh tim kecil peneliti profesor Stevenson. Sejumlah contoh kasus terkumpul di dalam buku karangannya yang berjudul “Anak-anak yang memiliki memori abad silam: mengenai permasalahan reinkarnasi”.
Stevenson juga mengoleksi 200 lebih kasus yang berkaitan dengan birthmark (toh, atau tanda lahir), di dalam contoh kasus tersebut, mereka itu mengatakan bahwa dirinya pada kehidupan sebelumnya mati lantaran tertembak ataupun tertusuk benda tajam persis pada tempat tanda lahir tersebut. Di dalam 17 buah kasus seperti itu, professor Stevenson telah memperoleh catatan dokter dan lain-lain, catatan tentang pembedahan mayat yang berkaitan dengan hal tersebut, membuktikan proses kematian orang yang terkait mirip dengan yang dikisahkan oleh anak-anak itu. Kasus tersebut terekam di dalam buku lain profesor Stevenson dengan judul: “Titik Persimpangan Reinkarnasi dan Ilmu Biologi.”
Selain itu, profesor Brain Weiss yang memperoleh gelar sarjana pada Universitas Colombia dan gelar doktor ilmu kedokteran pada Yale University School of Medicine, pernah mengajar di University of Pittsburgh dan University of Miami  serta menjabat sebagai Psychiatric Director pada pusat ilmu kedokteran Mt. Sinai Miami.
Hasil karya Dokter Weiss “Kehidupan Berulang Kali Masa Silam–Beberapa Guru Besar”, terbit sebanyak 2 juta eksemplar, yang diterjemahkan ke dalam 20 bahasa, diantaranya dalam bahasa Tionghoa “Kehidupan Masa Lalu dan Kehidupan Kali ini” juga populer di Taiwan. Ia pernah mengenal seorang pasien bernama Catherine, yang berusia mendekati 30 tahun, mengidap banyak macam fobia dan depresi; pernah suatu kali di dalam pengobatan, Weiss mengatakan kepada Catherine yang sedang bermeditasi, “Kembalilah pada saat penyakit Anda muncul.”
Catherine kembali ke sebuah zaman kuno sekitar 4.000 tahun silam di daerah Timur Tengah, wajahnya, cara berpakaian, model rambut dan namanya berbeda dengan yang sekarang. Dia masih ingat detail tentang kontur tanah berkaitan dan kehidupan sehari-hari yang dijalaninya, hingga dia mati tenggelam dalam air bah, sedangkan anaknya direnggut oleh air bah dari pelukannya. Ketika ia mati, rohnya melayang di atas tubuhnya.
“Saya melihat trap tangga berwarna putih menuju sebuah bangunan, sebuah gedung berskala besar dengan pilar-pilar. Di depannya luas, tak terdapat pintu dan teras. Saya mengenakan sebuah gaun panjang, semacam jubah yang terbuat dari kain kasar. Saya menyisir kuncir saya, rambut pirang yang panjang.”
Weiss tidak memahaminya dan menanyakan tahunnya dan siapakah namanya waktu itu. “Alangta, usia 18. Saya melihat di depan bangunan tersebut terdapat sebuah pasar. Ada keranjang, yang saya bawa di atas bahu. Kami tinggal di sebuah lembah, tak terdapat air. Tahun itu adalah 1863 SM, di sana tanahnya gersang, panas, pasir ada dimana-mana. Terdapat sebuah sumur, tapi tidak ada sungai, air mengalir dari atas gunung mengalir ke lembah.”
Di dalam perawatan kemudian hari, Catherine telah mengingat kembali 10 lebih masa lampaunya, telah mengalami ulang penyebab yang sangat jauh yang telah mengakibatkan berbagai ketakutan pada kehidupannya kali ini.

Wednesday, November 3, 2010

Iphone Paling Mahal

TEMPO Interaktif, London - Dua buah iPhone 4 edisi khusus dinobatkan jadi telepon seluler termahal di dunia, yaitu 5 juta poundsterling atau sekitar Rp 71 miliar per unit.

Seperti dilansir kantor berita Inggris Daily Mail, Jumat (15/10), ponsel keluaran Apple ini bertabur 500 berlian dengan total 100 karat. Diantaranya terdapat dua berlian yang saling berkait di tombol "home": satu berwarna merah muda berukuran 7,4 karat dan satu berliat bulat berukuran 8 karat. Lambang "apel boncel" di bagian belakang bertahta 53 titik berlian kecil.

Ponsel ini didesain oleh desainer asal Liverpool, Inggris, Stuart Hughes. Dia membuat dua unit ponsel ini atas permintaan seorang konglomerat Australia.

"Berlian-berlian ini tergolong langka dan sulit ditemukan," ujar Hughes, 38 tahun. Dia mengaku heran ada orang yang mau menghabiskan Rp 71 miliar untuk sebuah ponsel. "Bakal jadi bencana bila hilang," katanya. Ponsel premium ini dilengkapi kotak pengaman khusus yang terbuat dari batu granit seberat 7 kilogram.

Sejak pertama mendesain Nokia 8800 dengan emas pada 2003, Stuart Hughes menjadi langganan bagi kalangan super tajir untuk mendesain ponsel mereka. Sebelum desain teranyarnya ini, royalti rancangan iPhone Hughes dibeli oleh sederet rumah mode seperti Dolce and Gabbana dan Channel dan dijual antara Rp 26 juta dan Rp 318 juta.